Bunga Api Keduaan

bunga-api-keduaan
background_bismillah_2
Oleh Syaikh Husain Asy-Syadili Ad-Darqawi

Shaikh Husain’s original poem was written in Bahasa Indonesia, as you see here. If you would like to view an English version of this poem, you can find it here.

Dari pengejawantahan Cinta ini,

Tercetuslah sepasang bunga api keduaan,

Menyalakan dua api daya-ciptaNya yang perkasa.

Yakni, sifat ke-qahar-an (Yang Maha Menundukkan),

Dan sifat ke-lathif-an (Yang Maha Lembut),

Api ini berterusan,

Menjalar pada segala sesuatu,

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan.

 

Siang Dan Malam:

Malam itu sifat ke-qahar-anNya dan siang, sifat ke-lathif-anNya.

Namun, tidaklah malam itu mendahului siang.

fireworks-flashes-green_

Cahaya dan Kegelapan:

Kegelapan itu sifat ke- qahar -anNya dan cahaya sifat ke- lathif -anNya.

Namun, bila Cahaya datang, ke mana perginya kegelapan?

 

Rahmat dan Kemurkaan:

Kemurkaan itu sifat ke- qahar -an dan rahmat sifat ke- lathif -anNya.

Akan tetapi rahmatKu telah mendahului kemurkaanKu!

 

Kesenangan dan Kesusahan:

Kesusahan itu sifat ke- qahar -anNya, dan kesenangan itu sifat ke- lathif -anNya.

Namun, Dia menghendaki kesenangan untukmu dan tidak menginginkan kesusahan untukmu.

Camkanlah!

 

Dengan kedua mata, lihatlah Yang Satu.

Jangan melihat yang dua itu dengan mata yang satu,

Seperti halnya Iblis yang terkutuk,

Melihat segala sesuatu,

Dalam keterpisahan.

Dengan kedua mata, lihatlah Yang Satu. Jangan melihat yang dua itu dengan mata yang satu.

 

Dari pandangan matanya yang sebelah,

Semuanya terpisah dari Sang Kekasih Sejati,

Padahal,

Dari pandangan kedua mata para pecinta,

Keterpisahan itu,

Tidak lain hanya menambah kedekatan bersama Kekasihnya,

Bukan kejauhan dari Kekasihnya.

 

 

This Post Has 2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *